Ardianto, Mulyo (2026) Pentingnya kompetensi dan strategi komunikasi pada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Merdeka Pasuruan.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (539kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (357kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (893kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (695kB) |
Abstract
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Pasuruan dibentuk tahun 2010 berdasarkan Perda No. 2 Tahun 2010 dengan visi mewujudkan masyarakat Kota Pasuruan yang tangguh menghadapi bencana. Dalam penanganan bencana, komunikasi menjadi "urat nadi" yang menentukan kecepatan, ketepatan, dan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi, strategi, dan ketepatan komunikasi yang dilakukan petugas BPBD Kota Pasuruan dalam proses penanggulangan bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 1 Informan Kunci yaitu Kepala Pelaksana BPBD, 3 Informan Utama, dan 1 Informan Pendukung. Wawancara dilaksanakan pada Juni - Juli 2026 di Kantor BPBD Kota Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kompetensi Teknis: Standar pendidikan dan pelatihan fungsional sudah ada, namun pemenuhannya belum merata 100%. Petugas inti sudah memenuhi, sedangkan relawan dan perangkat desa masih perlu pelatihan dan pendampingan. Kompetensi Manajerial: Integritas, kerja sama, dan pengambilan keputusan sudah berjalan melalui sistem ICS dan Pusdalops. Pelayanan publik sudah 70% sesuai standar. Kompetensi Sosial Kultural: Petugas sudah mampu beradaptasi, berempati, dan berinteraksi dengan prinsip "Empati, Hormat, Mengajak". Adaptasi budaya lokal dilakukan melalui pendekatan 3P: Bahasa Lokal, Tokoh Lokal, Hati Lokal. Strategi Komunikasi: Menggunakan model IPI: Informatif, Persuasif, Inisiatif dan K-P-M: Kenali Khalayak, Perumuskan Pesan, Manfaatkan Media. Pendekatan "Jelas-Tenang-Terbukti" diterapkan sebelum dan saat bencana. Ketepatan: Komunikasi paling efektif pada fase tanggap darurat 80-90%. Hambatan utama adalah jaringan, hoax, ego sektoral, dan belum meratanya pelatihan.Kesimpulan penelitian ini adalah BPBD Kota Pasuruan telah memiliki sistem komunikasi kebencanaan yang baik. Namun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui pemerataan pelatihan, penguatan sarana, dan penguatan komunikasi hingga ke tingkat paling bawah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kompetensi, Strategi Komunikasi, Penanggulangan Bencana, BPBD Kota Pasuruan |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Manajemen |
| Depositing User: | Perpustakaan Unmer Pasuruan |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:03 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:03 |
| URI: | http://repository.unmerpas.ac.id/id/eprint/1023 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

